Akhirnya setelah sekian minggu, gw nge-Burn-in nie Headphone sudah saatnya saya tulis apa yang saya rasakan dari Headphone ini. Sebagai catatan sebelumnya, Saya enggak meracuni Anda dengan item ini, Trush your own ears for the best result. berikut ini hanya sekedar sharing menurut apa yang saya rasakan dan saya dengar dari telinga budeg gw ini. :D

Sebelum mulai, seperti biasa gw memberi ucapan terimakasih:

  • to my ears … Thx karena engkau aku bisa mendengarkan suara-suara indah, sampai nafsu gw ga tertahan lagi dan menghabiskan duit untuk memuaskan mu. terlebih kamu sangat pinter mengirim sinyal ke otak kalo denger suara yang di bawah yang biasa didengerin supaya kepala sakit sehingga mau ga mau gw harus ikutin kemauanmu… (WTH juga nih hahahaha)
  • Kriz dan Mike yang sudah mengijinkan untuk “mencoba” saat mengambil SE 200 LTD kemarin sehingga gw langsung ada gambaran saat ingin beli headphone…dan juga thx karena sudah mesenin ini langsung ke Japan
  • Thx to bro Alex atas Proyeknya, jadi bisa beli nie Headphone :D
  • Thx to my rekening account di BCA yang nyimpen duit gw dan My DEVIL key BCA yang selalu menggoda untuk transfer duit
  • thx to destayoga-san atas semua file musik yang dikau download, ampe gw keracunan terus dan terus… (Sialnya lu ga bisa gw racunin … :( )

Dan banyak lagi… oke sekarang ke menu utamanya…. Enjoy the Review…

The Body

Body mungkin agak aneh dan tak biasa ditemukan di sebagian besar Headphone yang sering kita liat, Inilah gambar-gambar dari bodynya…


Fresh from kardus

Seperti yang dapat dilihat dari gambar di atas, dalam packagenya, Headphone ini menyertakan sebuah manual dan juga adaptor ke jack stereo besar. Karena aslinya Headphone ini menggunakan minijack 3,5mm

.

Gold Plated 3,5mm Jack stereoDan inilah adapternya:

de AdapterSekarang kita beralih ke headphonenya, inilah bentuknya…


IMO ini adalah headphone yang lingkar kepalanya cukup unik yang pertama kali gw punya

terlihat cukup ringkih, tapi kedua batang lingkar kepala itu cukup keras juga, jadi tenang saja, Sukar kalau dipatahkan kecuali dibengkokan paksa itu lain soal


Art Headphone? no idea gw kenapa punya nama ini…



I Love “Made in Japan”

Seperti yang terlihat dari gambar2 di atas, sejelas mungkin ini adalah type headphone COSED Headphone, tidak begitu cocok untuk digunakan untuk mobile.

Headphone ini memiliki kisaran harga US$ 180-200. Cukup mahal untuk orang Indonesia yang kurang mengerti audio tapi tidak untuk orang yang sudah keracunan toeng. Awal mulanya gw membeli headphone ini bukan karena keracunan banget, melainkan gw butuh sesuatu alat yang dapat melepaskan kekuatan Onkyo SE 200 LTD terutama malam hari. Soalnya yah you know lah, gw ga enak ngebrisikin tetangga gw, secara tetangga gw yang satu ini orangnya cukup tau diri ga pernah berisikin gw. Beruntung juga waktu ambil SE 200 LTD sebelum baw apulang tuh card, sempet icip2 dulu nie headphone. dan sewaktu butuh gw udah ada gambaran headphone yang lumayan.

Oke seperti biasa, gw beli Headphone ini juga ga sembarangan, ga banyak yang masukin di Indonesia. Thx to MD Audio yang mesenin langsung dari negri Sakura(bweh gara2 racun bos Mike juga nih nangis).

Oke out of the box, inilah spesifikasi dari pabriknya:

Dengan Harga sekitar 1,7 s.d. 1,9 juta mungkin adalah lawan sepadan untuk Senheiser HD595. Tapi secara gw orang ag mau sama dengan kebanyakan orang, gw memilih yang berbeda(sesuai motto hidup gw kali yak hehe..) jadi gw pilih nie Audio Technica.

The Quality

Oke cukup bicara panjang lebar tentang fisik. Percuma fisik ganteng tapi performa bego… Sesuai kriteria musik saya, saya suka musik orcestra, instrumental, dan juga slow dan juga J-pop. Supaya adil, gw kembali menggunakan Realtek HD audio bawaan my mobo(GA-EP45-DQ6), ketimbang menggunakan ONKYO SE 200 LTD.

Alasannya simple, supaya hasilnya bisa setara dengan orang banyak yang rata-rata menggunakan realtek sebagai audio Chip-nya. Walau tentunya sepertinya dengan headphone ini terjadi bottleneck di Soundchip-nya :))

Spesifikasi pengujian:

Mobo : Gigabyte GA-EP45-DQ6

Prosessor : Intel Core 2 Duo E8200 on 4Ghz

RAM : 2GB Team Xtreem DDR2 on 1000Mhz

HDD : SATA II WDC 250GB and 320GB WDC SATA II

SOUND CHIP : Realtek HD Audio

Software : Foobar 2000 w/ Flat EQ

Windows Vista Ultimate SP1 Fresh from install(habis install ulang soalnya)

Lagu/file yang dipakai:

11. Makino Yui – [Makino Yui. #04] Yokogao (Insert Song Aria – The Origination eps 12-13 Separation test and Detail)

10. Hashimoto Miyuki – [Oretachi ni Tsubasa ha Nai -Prelude- Theme Song Single - Sky Sanctuary #01] Sky Sanctuary (best Sepparation music)

06. 橋本みゆき – [明日の君と逢うために ORIGINAL SOUND TRACK CD2 #01] TIME (OP galge for Wide test)

other:

Rie Tanaka – mizu no Akashi (bass Test)

13. Kicco – [ARIA ~蒼い惑星のエルシエロ~ 主題歌 「graceful way」「花ノ咲ク星」「ll Cielo」 #01] graceful way (Aria Game PS2)

12. Chihara Minori – [Ameagari no Hana yo Sake #02] Say you?

Perlu diperhatikan juga bahwa hasil dari sebuah headphone banyak dipengaruhi oleh banyak hal diantaranya:

  • MusikMusik sendiri sangat berpengaruh. APabila musiknya sendiri separasinya berantakan, mo headphone seharaga US$ 2000 juga tetap tedak akan sebaik menggunakan headphone ini dengan musik memiliki separasi bagus
  • Source/Sound generator/SoundcardYang gw maksud disini adalah si pembuat signal suara yang menerjemahkan bit-biot digital musik di dalam HDD sampai ke headphone. Seperti sebelumnya, mau sebagus apapun headphone kalau soundnya mono juga percuma bukan?

Oke supaya enak, gw pake beberapa file diatas sesuai dengan musiknya, file di atas mewakili masing2 bagian. Semua terencode FLAC dari rilis torrent LonE (byukan maksud ga mau beli ori, tapi ga punya C.C alias credis\ts card jadi ga bisa pesen ke luar negri), selain itu ada MP3 320kbps dll(mizu no Akashi dan graceful way)

Treble test:

ATH-A900 gw bilang untuk treble sudah cukup memenuhi kriteria gw, tidak terlalu tinggi treblenya, cukup dan tidak tenggelam seperti halnya my previous treble eater Creative HN700

Score : 7 (coba bisa di dongkrak dikid, pas sama spesifikasi gw, walau beberapa temen gw malah bilang agak bright? meybe emang gw suka suara bright hehehe)

Bass test

Still remember bro Coyle bilang : “Sekarang mah bro Shinn udah beda, dulu kalo denger musik ga ada bass-nya, sekarang bisa ngerasain bass”

huhuhu emang gitu yah gw? :-"

gw suka bass tapi ga kebesaran secara gw pernah punya penyakit aneh kalo denger suara bass kegedean bisa buat kepala sakit.

Oke bass test gw wakilkan pada lagu Mizu no Akashi dan juga masih sempet gw putar JOINT by KAwada Mami.

hasil… bass ngepass… ga terlalu besar ga terlalu kecil. sejauh ini gw pake ga ada suara abss pecah. Cuman mungkin kurang dalam bunyi bassnya.

Suatu keanehan, level bass yang terlalu rendah menimbulkan bunyi yang aneh pada headphone ini. Bunyi bass terlalu rendah akan berbunyi seperti suara membran yang bergetar. Sepertinya ATH-A900 ini tidak sanggup menyentuh frekuensi ini.

Score : 7(pass ajah, since I’m not a BASS fanboy)

Separasi

Cukup baik, masalah jelas atau tidaknya bisa dibilang tergantung. secara menggunakan realtek suara separasi biasa saja tapi cukup jelas, apabila menggunakan ONKYO SE 200 LTD gw, sangat jelas pada lagu “Sky Sanctuary” dan juga “Makino Yui – [Makino Yui. #04] Yokogao”. Alunan musik suara gitar di bagian2 tertentu cukup jelas terdengar.

Score : 8

Detail

Pernahkan mendengar suara serak-serak atau malah hembusan nafas dari lagu yang diputar? gw pikir gw ga bermimpi mendengarkan suara ini dari sound yang dibuat oleh realtek :-??

Suara lembut Makino Yui sangat terasa, pada lagu Yukogao malah terkadang gw mendengar suara hembusan nafasnya. Pada lagu2 bias ayang lain dan juga akustik, petikan gitar cukup terasa.

Score : 8

Mid

Biasa saja … cukup standart … tekanan2 nada penyanyi cukup terdengar.

Score : 7,5

test lainnya untuk instrument berat kayak dari album ini:

Lagu-lagu seperti:

01. Secret Garden – [Inspirational Moments 2 #01] Nocturne

02. Yanni – [Inspirational Moments 2 #02] Nightingale

06. Vanessa Mae – [Inspirational Moments 2 #06] I’m A Doun

18. Era – [Inspirational Moments 2 #18] Ameno (You can hear it on Bread talk on Mall TA, sering diputer disana :D )

Dapat dimainkan oleh ATH-A900 dengan cukup manis dan penuh perasaan.

Overall

Tidak saja di dunia hardware selain audio, adanya bottleneck tetap ada. Perbedaan sangat mencolok ketika gw mengganti kembali ke ONKYO, sesuai tujuan gw headphone ini gw pakai untuk mendengarkan musik dengan volume seenak hati terutama malam hari.

Secara Overall headphone ini adalah Headphone yang memiliki standart biasa untuk entry level(sebelumnya gw juga dikasih tau tentang ini, dan setelah gw dengarkan sendiri, gw juga sependapat dengannya). Walau banyak yang mengatakan bahwa headphone ini lumayan WAH… tapi masih belum menjadi HIT gw seperti saat gw mencoba Onkyo SE 200 dari X-fi. Tetapi bukan berarti tidak worth, ATH-A900 bisa menjadi pilihan entry level audio.

Untuk yang menyukai melody dan irama lembut, ATH-A900 sudah cukup membuat gw nyaman. Secara di system gw, gw bisa menikmati lagu-lagu yang gw punyai dengan cukup tanpa harus repot mengeset EQ macem2 seperti saat menggunakan HN700-nya creative yang haus BASS.

Headphone ini cukup gw pakai sebagai pengganti AL 5021 di malam hari, bersyukur SE 200 punya dua konektor, jadi ga ribet harus bongkar pasang cariin jack…. :-??

Final Score and My Opinion

Entry level headphone with very good balance! no Ampli needed but need good Soundcard untuk melepas seluruh kemampuannya. Cocok buat orang males ngeset EQ, tidak butuh sentuhan apa-apa kalau emang terlalu malas set EQ(kayak gw, repot bener harus set EQ kalo mo dengerin pake headphone, dan lepas EQ kalo mo pake spiker). bas ga terlalu gede, juga Treble ga terlalu tinggi, AFAIK ini best headphone atau headset yang pernah gw pake(yang pernah gw coba: dbe-02, HN 700, HD 200, PMX & PX 100), Detail juga cukup bagus…

Masalah body, percaya atau ga percaya bentuknya yang rada ga biasa ini sangat enak dipake, walau tidak ada noise canceler actif seperti pada HN 700, penutupnya cukup ampuh menutup suara-suara dari luar.

FINAL SCORE : 8

Very good Headphone… My first hi-Quality Headphone…

Harga cukup reasonable…

apabila suak dengan musik kalem sampe yah medium bisa jadi pilihan tepat :-bd :)>-

Walau cukupan untuk disandingkan dengan SE 200 Ltd gw, tapi masih belum memuaskan hasrat gw… =))

NB : score akan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan seturut kenaikan level telinga gw… :D

Popularity: 22% [?]

Tagged with:
 

2 Responses to Audio Technica ATH-A900 Art Headphone

  1. Advanced_Idiocratic says:

    udah coba colok lgsg dari RCA out ke A900 bro?
    bedanya jelas lho.

  2. リズキ says:

    belom bro, waktu ambil si Kris udah bilang, cuman lom punya converternya :P

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>