The Red Hot King from Red Empire – HIS HD4870
Seperti yang gw katakan sebelum-sebelumnya kalau gw mencoba HD4870 untuk File dan diberi ijin untuk menuliskan reviewnya secara lengkap, setelah akhirnya setelah Majalahnya Rilis gw bisa tuangkan hasilnya …
Overview
Setelah kesuksesannya menggebrak pasar dengan HD3800 series, AMD terus berinovasi dengan arsitektur dari chip grafis yang sudah ada. Berbekal kegagalan yang ada di seri X2000-nya, AMD sepertinya telah mendapat pelajaran berharga dan tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Dengan mengembangkan yang sudah ada serta dari feedback para Ati User, AMD akhirnya menggebrak pasar lagi dengan ATI seri HD4800.
Berbeda dengan Nvidia yang lebih mengutamakan performa sehingga percaya atau tidak percaya Nvidia tetap berada menggunakan fabrikasi 65nm dengan menambah jumlah transistor akhirnya berakibat Nvidia menjadi cukup besar ukuran die-nya. Nvidia sendiri cukup lengah karena keputusan AMD untuk tidak masuk dan mengejar high performance tetapi kenyataannya HD4800 series ini sangat menggebrak keberadaan Nvidia yuang sedang di atas angin. Bagaimana tidak, saat 9600 sedang jaya-jayanya malah dihadang HD4850 yang memiliki level performance sama bahkan lebih tinggi. Sementara itu Nvidia mencoba menjawab semuanya dengan GT260 dan GT280 saja ternyata HD4870 memiliki sekitar 80% dari performa yang dimiliki oleh GT280 dengan harga 50% lebih murah dari GT280, sehingga Nvidia akhirnya memutuskan untuk memotong harga sampai sekitar US$400 untuk seri GT280-nya.
Ucapan Terimakasih
Terimakasih pada File Mags yang memperbolehkan saya untuk ikut mereview card bagus ini. Secara di File gw tidak dapat banyak tempat untuk mengekspresikan semuanya, gw masih bisa menuliskannya disini.
Okey enjoy your seat, and we will begin now…
Specification
Harga : +/- Rp 3.000.000,-
Distributor : Asia Raya
The Body
Bundle yang disertakan antara lain sbb:
Driver, manual, DVI ti HDMI, DVI to Analog, etc.
cardnya:
Kalau dilihat di bagian belakang di sekrup untuk HSF diberi label garansi, ini sebuah keputusan yang kurang bijak saya rasa karena 90% pada beberapa bulan HSF akan menjadi kotor dan user tidak dapat membersihkannya karena garansi dapat void. Selain itu ini membatasi user untuk melakukan upgrade HSF nonstock.
Walaupun keputusan ini cukup ada baiknya dimana mencegah tangan2 yang kurang ahli dan usil yang dapat menyebabkan kerusakan pada VGA, sehingga VGA dapat terjaga keawetannya. Tetapi tidak begitu masalah, KAmu dapat ke distributornya untuk meminta relabel di tempat lain sepertinya.
Tidak berbeda dengan HD3800 series outputnya
Untuk pasokan listrik sudah menjadi kewajiban card hi-end menggunakan tambahan pasokan listrik. Card inipun juga demikian membutuhkannya. berbeda dengan GT280 yang sudah pernah gw review juga, card ini membutuhkan 6pin x 2, sedankan GTX280 membutuhkan 6 pin + 8 pin untuk pasokan dayanya:
Performance Test
Gw ga banyak program yang gw pakai sesuai standart saja, gw akan memakai beberapa bechmark program dan juga gw akan menganaliis sedikit tentang performance yang dibutuhkan agar card ini dapat mengeluarkan seluruh tenaganya.
TestBed
Hardware
Gigabyte GA-EX38-DS4
Intel CoreTM2Duo E8400(overclocked to 4Ghz)
RAM Team Xtreem PC8500(frequency and Timing setting on screenshoot)
PSU Corsair TX750
HDD WDC 320GB SATA II
Windows Vista SP1 32Bit
Program Bantu
Riva Tunner 2.10 (temperature)
GPU-Z 0.2.7
Catalyst version : 8.8
Obyek TES: HIS HD 4870
3DMark06
Dengan semua setting default apa adanya
Memperoleh score sebanyak 14649 point. Cukup lumayan untuk card seharga sekitar 2,9 juta rupiah mendapatkan score sekian banyaknya, mengingat sebelumnya gw sempat mengetest geforce GT280 series memiliki score sekitar 16 ribu dengan harga 2 kali lipat dari card ini…
Crysis Bechmark 1920×1200
Berikutnya gw test dengan game of the Year 2007, Crysis dengan setting all high di resolusi killer 1920×1200(other resolution di bawah di analisis)
Di setting all high ini card ini mendapatkan FPS rata-rata 29.61FPS. Dalam taraf ini dengan resolusi sekian masih belum bisa dikatakan “PLAYABLE” karena tidak mungkin orang mau main Crysis dengan FPS rata-rata 29FPS. Perlu dicatat ini adalah level pertama, bukan level assault harbour yang AFAIK jauh lebih berat. Selain itu perlu diperhatikan bahwa ini sudah didongkrak dengan mengoverclock prosessor sampai batas 4Ghz dan bisa dibilang, 4Ghz sudahlah cukup TINGGI untuk sebuah prosessor sekarang. Nanti di bagian analisis akan coba gw jelaskan semuanya.
Selain tiu gw juga ingin menyiksa sedikit card ini, yaitu dengan menjalankan very high di resolusi killer 1920×1200, dan hasilnya
dan hasilnya turun nyaris 50% yaitu rata-rata FPS adalah 17.40 FPS.
Devil may Cry 4
Selanjutnya sebuah game yang cukup ringan tetapi cukup baik tampilannya, devil may Cry 4. Dengan setting maksimal gw mencoba mengetest VGA card ini:
Well done walau kalah jauh dibandingkan Nvidia GTX280 yang cukup santai dengan grafik rata di atas. tetapi tak sampai ada lag atau tidak sampai parah sekali card ini, semua mulus.
Pada test berikutnya, gw mencoba menyalakan AA langsung ke 8x. dan terjadi anomali serius aneh bin ajaib:
Disini kita lihat di scene pertama, ketiga dan keempat terjadi peningkatan yang cukup tajam. Hal ini cukup aneh mengingat dengan menambahkan AA, kinerja GPU seharusnya bertambah berat. Tetapi sepertinya inilah kelebihan dari ATI HD4870 kali ini yang dipersiapkan untuk lebih siap melakukan postprocessing.
Semuanya dapat kita gw rangkum dalam chart berikut ini:
CPU vs GPU Analysis
Sebuah GPU yang cepat, membutuhkan CPU power yang cepat. Apabila tidak mengimbangi satu sama lain salah satu akan percuma. Paling mudah adalah contoh card ini, dalam keadaan default(no overclock to VGA card), dengan E8200 stock(3ghz di 333×9) secara score 3Dmark ini bisa disamai oleh pendahulunya HIS iceQ3 HD3870 Turbo GDDR4. Atau dapat juga HD4850 dihadang oleh card yang sama malah scorenya jauh lebih tinggi 2000 point.
Inilah yang disebut dengan bottleneck yaitu dimana 2 komponen yang seharusnya saling mednukung malah salah satu komponen itu tidak bisa optimal karena terhambat oleh komponen lain yang kerjanyasecara performa ada di bawah komponen lain.
Disini gw akan mencoba melihat dimana titik teraman dimana card ini dapat berjalan secara optimal. Karena test ini sangat menjemukan dan juag sangat membosankan untuk ditunggu, gw hanya menyertakan Crysis bechmark dan juga 3Dmark06. Dalam Crysis Bechmark, gw memberikan 3 contoh resolusi, sehingga kalian Kamu dapat memperkirakan dengan resolusi terdekat kamu.
Oke mari kita simpulkan apa yang terjadi di dalam test ini. Secara score 3Dmark dan juga apabila Kamu melihat dua resolusi 1280×960 dan juga 1600×1200, amat sangat terlihat bahwa 3Ghz prosessor Core2Duo E8400 masih terjadi bottleneck dengan VGA ini.Secara chart juga bisa diliat lagi bahwa kenaikan sangat pesat sampai sekitar 3,6 Ghz setelah itu dari 3,6Ghz ke 4ghz kenaikan tidak terjadi lumayan banyak atau bahkan tidak terasa dalam real gaming(secara Crysis disitu terlihat kenaikan hanya 2FPS di 1280×960. Tetapi dalam 1920 di Crysis bechmark ketiga clock itu tidak terlihat bedanya hanya beda koma atau beda 1 FPS amat sangat tidak berpengaruh. terlebih 1920×1200 di Crysis dengan menggunakan settingan all high adalah sangat tidak playable.
Sehingga kesimpulannya untuk menjalankan VGA ini, tidak ada prosessor satupuns ampai dengan September 2008 ini yang mampu secara default mengluarkan seluruh performanya. Overclocking pada CPU sangat dianjurkan untuk mendapatkan ahsil yang maksimal. Tidak perlu extreme, setidaknya Worth dengan apa yang seharusnya Kamu dapatkan itu sudah lebih dari cukup.
Temperature Problem
Semenjak kemunculannya pertama kali VGA ini masih memiliki ketidak sempurnaan, bukan karena fabrikasinya saah, emlainkan BIOS dalam VGA ini belumd apat bekerja sempurna. Hal ini menyebabkan fan hanya beruputar dalam presentasi yang sangat kecil. Sehingga suhu akan naik drastis sampai 75 drajat saat idle bahkan 100 drajat lebih dalam saat full load.
Dalam test yang gw buat, VGA ini berjalan maksimum 85-an drajat dengan suhu ruangan cukup dingin. gw belom mencoba di ruangan terbuka.
Walau secara AMD bilang ini aman, tetapi ini tentu saja mencemasakn pemilik card ini. secara suhu ini terlalu overkill untuk jalan di harian. Untuk menyelesaikannya ada dua cara secara AMD belum merilis BIOS baru untuk VGA ini. yaitu,
Pertama Kamu bisa mengganti HSF stock dengan HSF aftermarket yang lebih baik. tetapi ini agak sulit dilakukan mengingat sekrup HSF diberi label garansi. Sehingga Apabila kamu melepas HSF-nya berarti garansi Void.
Kedua Kamu bisa mengatur ulang fan speednya berdasarkan range suhu tertentu. Gunakanlah tools third party seperti Riva Tunner yang tutorialnya pernah saya tulis sebelumnya. hanya saja sesuaikan fan speed dengan telinga kamu masing-masing. contoh dalam saya denganmengorbankan sedikit kesunyian saya gw bisa bertahan di 52-53 drajat calcius dalam idle dan full load di sekitar 60 drajat calcius.
Kesimpulan dan Penutup
Performance sangat patut diacungi jempol. Dengan harga lebih murah 50% dari saingan utamanya, HD4870 ini sudah dapat mempunyai 87,5% kemampuan dari pesaing utamanya(berdasarkan 3Dmark06). tetapi untuk mendapatkan performa maksimal Kamu harus melakukan praktek overclocking pada prosessor. Sebab dengan keadaan standart dengan prosessor E8400 di 3Ghz, card ini mendapatkan bottleneck cukup parah(How to overclocking your processor? read HERE).
Kekurangannya sangat simple, yaitu suhu yang cukup tinggi apabila tanpa melakukan tweak sama sekali. kamu bisa melakukan tweak untuk VGA ini dengan cara mempercepat putaran FAN dengan menggunakan third party tools seperti Riva tunner(tutorialnya baca Disini), well ini berefek samping kamu harus mengorbankan sedikit kebisingan di tempat kamu.
Pastikan untuk menjaga kelangsungan hidup card ini disarankan menggunakan Power Supply Unit(PSU) pure power 500 watt untuk single atau 750 watt atau lebih untuk penggunaan dual card dengan konfigurasi Crossfire. dan untuk mencapai hasil maksimal, minimal prosessor kamu harus setara dengan 3,6 Ghz E8400 agar tidak terjadi bottleneck yang besar Antara VGA card dan prosessor.
Akhir kata, Card ini luar biasa, cocok buat kamu yang pengen main game dengan resolusi dan quality bagus tapi tidak memiliki dana cukup besar untuk mengambil GTX280 series dari Nvidia. dengan harga 50% lebih murah, card ini termasuk card fantastik tahun ini. Apabila kamu pengguna HD3800 series atau Nfidia Geforce 8800 Card ini bisa jadi barang pertimbangan kamu.
Akhirnya gw pribadi mo ngucapin Thanks to redaksi File Magz yang memberi kesempatan untuk gw mereview card fantastic ini. Terlebih karena saya belum mampu beli card ini(maklum anak kost) eh malah dapet iming-iming racun nie card… apalagi beberapa hari lalu insiden HD3870 gw masuk bengkel… hahahaha emang buat gw pengen beli card ini ajah 
Pros:
+ Kinerja memuaskan
+ Harga bersahabat
Cons:
- Panas
- Fan berisik
Total Nilai Score
8/10
minus kebisingan sangat membuat jengkel gw…
Panas pulak… bener kan judulnya 
Popularity: 17% [?]
2 Responses to The Red Hot King from Red Empire – HIS HD4870
Leave a Reply Cancel reply
This Blog
My name is Rizky Gunawan, graduated(Waw, thanks God I can graduated :P ) from Computer Science Major. My Hobby is Coding, and my speciality is web development using PHP. Currently I'm working on some press company in Indonesia as Internal Software Developer.
Tags
ajax AMD AMD HSF Anime Anime Music Ar tonelico ATI Clannad core i5 Crysis GeForce Gigabyte hymmnos Intel Intel HSF javascript K-ON Kosaka Kirino Linux Microsoft Motherboard MSI Music Video mySQl Nvidia ONKYO Overclocking P55 PC Games Phenom II X4 php Project Skripsi Soundcard Thermalright thermalright Ultra 120 Extreme Touhou Ubuntu VGA Card Warhead Web Design web project Windows Windows 7 Wordpress ThemeReent Comment
Archives











wah, mantap barang barangya
entar 3 tahun kalo harga sudah murah banget , jual ke aku saja ya
3 tahun lagi kayaknya udah lenyap dari pasaran kayak angkatan Geforce 6800 Atau X800 series uga tinggal sedikit sekali.
Dan satu lagi… itu barang bukan punya gw