Saat Memutuskan Menggunakan Opensource Software
Memilih Opensource mungkin buat orang biasa cukup memusingkan. Bahkan beberapa mungkin mengatakan kalau opensource itu neraka yang mengerikan karena terlalu banyak dan terlalu liar karena tidak tertata rapi seperti halnya program komersil yang memang sudah ada guidelinesnya.
Hal ini membuat pemilihan program Opensource menjadi sangat sulit karena pertama-tama pastinya kita selalu menemukan tulisan yang cukup mengigit terutama untuk perusahaan atau badan usaha bukan perorangan:
Also, for each author’s protection and ours, we want to make certain
that everyone understands that there is no warranty for this free
software. If the software is modified by someone else and passed on, we
want its recipients to know that what they have is not the original, so
that any problems introduced by others will not reflect on the original
authors’ reputations.
Sehingga sebuah badan usaha biasanya lebih memilih untuk bertengger dengan software berbayar, bukan opensorce software. Tetapi ada kalanya sebuah badan usaha mencoba kembali menggunakan Opensource Software. Biasanya bukan karena keterbatasan budget untuk perusahaan kelas atas, melainkan biasanya karena adanya teknologi yang dibutuhkan memang hanya ada di Opensource software, selain itu mungkin juga pertimbangan price&performance.
Singkat kata karena satu dan beberapa faktor, akhirnya si perusahaan yang biasa menggunakan program Komersil ini beralih untuk salah satu projectnya ke Opensource Software. Menurut percakapan dengan teman-teman baik sekantor atau lain kantor, temen kuliah yang kini sama-sama semuanya berkarya di dunia IT terutama programing gw mendapatkan fakta unik. Unik karena mungkin buat kita-kita masih bau kencur di dunia IT, tetapi beberapa senior yang sudah menglanglang buana lamapun beberapa ada yang mengatakan demikian.
Hal yang dimaksud teman-teman gw semuanya adalah terutama dalam hal pengambilan keputusan pemilihan sebuah Opensource Software.
Untuk perusahaan sudah terbiasa dengan “Komersil” software memiliki mindset yang jauh berbeda dari para programmer opensource(just like me yang menyukai PHP, walau gw juga bisa C#, VB dan beberapa teknologi komersil). Opensource programer memiliki mindset lebih suka mengexplore sendiri, bertemu atau berdiskusi dengan sesama programer lainnya, memecah bagian demi bagian dan menganalisisnya, kemudian membangun patch-patchnya dan berakhir dengan kesempurnaan sebuah program yang ga akan pernah tercapai(karena setiap kali muncul ide baru pastinya
). Karena itulah perkembangan Opensource software sangatlah kencang.
Intinya gw dan beberapa teman-teman gw suka DIY alias Do It Yourself. Kita bisa karena kita tidak sendirian, ada komunitas yang besar. Semakin besar semakin tenang karena bala bantuan dari banyak orang lapangan yang sangat banyak.
Berbeda jauh dengan orang yang ber-mindset Commercial Software dan closed Source. Untuk kalangan semacam ini mindset mereka adalah
“Gw ga mau tau, gw udah bayar, lu atur semuanya, kalo ada error gw panggil loe, loe harus beresin. Kalo misalnya gw punya programer dan mentoq, loe harus ajarin programer gw sampe bisa!!”
Karena siftatnya yang sudah terbiasa begini, kalau ada error kita report dan terbiasa mendapatkan support, untuk mereka SUPPORT HANYALAH YANG TERPENTING DARI PRODUSEN. Komunitas tidak begitu penting dan dianggap sebelah mata.
Kalau ini sudah mendarah daging pada orang-orang tertentu, pastilah mempengaruhi keputusannya. Contoh saja dalam pemilihan opensource memilih yang ada namanya, ada Coorporationnya, dan memiliki Kridibilitas tinggi, memiliki support berbayar dan call center.
Mungkin hal ini terjadi pada gw dan teman-teman gw yang bekerja di beberapa perusahaan, akibatnya mungkin support tidak luas, hanya mengandalkan dari si produsen. Padahal dalam Opensource Programing resource yang luas adalah kekuatan utamanya. Gw jadi teringat ucapan salah satu dosen gw juga yang memiliki mindset demikian, beruntunglah dia memang bermain di software komersil saja.
Buat gw, suatu yang baru memang menyenangkan, Yes I very Love it. Walau terkadang gw cukup stress sendiri karena dokumentasi dan pertolongan sangat sempit itu yang gw ga suka. Berkat kerjaan gw aja, gw berhasil menenggelamkan diri di dunia Opensorce yang sampai beberapa waktu lalu gw masih ga ngerti. Thx deh…
Kadang yang terbaik di dunia belum tentu terbaik untuk apa yang kita butuhkan… Dalam Opensource yang gw liat sejauh ini bukanlah support dari si pembuat, melainkan support dari komunitas. Semakin besar komunitasnya semakin baik citranya tandanya semakin sempurna juga programnya.
Just my Opinion, Tidak secara langsung ingin menyindir(kalau kerasa yo wes). Kalau ada yang ga terima dengan tulisan ini yo wes… sakarepe wae… Aku ini programer telmi(anggap aja gw telmi), dan aku iki suka kebebasan, kebebasan mencari sumber, dan aku ini ga suka dibekap dalam genggaman yang sempit dalam mencari bahan-bahan sing aku butuhin. Jadi mungkin apa yang aku rasakan dan teman-temanku rasakan ternyata memang banyak benarnya… Semoga aku bisa enjoy… nek aku meh disingkirke yo monggo… hahaha~ ![]()
Popularity: 1% [?]
This Blog
My name is Rizky Gunawan, graduated(Waw, t can't believe myself can graduated from that collage :P ) from Computer Science Major. My Hobby is Coding, collecting some Anime's goods and also my specialty is web development using PHP. Currently I'm working on press company in Indonesia as Internal Software Developer.
Tags
ajax AMD AMD HSF Anime Anime Music Ar tonelico ATI Clannad Crysis GeForce Gigabyte Good Smile Company Hatsune Miku Intel Intel HSF javascript Kosaka Kirino Linux Microsoft Motherboard Music Video mySQl Nendoroid Nvidia ONKYO OreImo Overclocking P55 PC Games php Project Skripsi Soundcard Thermalright thermalright Ultra 120 Extreme Touhou Ubuntu VGA Card Vocaloid Warhead Web Design web project Windows Windows 7 Wordpress ThemeReent Comment
- リズキ on Making PDF Thumbnail From PHP Using Imagemagick and Ghostscript
- and on Making PDF Thumbnail From PHP Using Imagemagick and Ghostscript
- リズキ on Making PDF Thumbnail From PHP Using Imagemagick and Ghostscript
- and on Making PDF Thumbnail From PHP Using Imagemagick and Ghostscript
- Hnedry Heryana on [Tutorial] Web Services using XMLRPC with PHP
Archives


