Setelah gw melihat bagian kecil dunia programer, bertemu beberapa programer, dan saling sharing dari sesama angkatan lulusan seangkatan. Gw menemukan fakta yang sangat menarik untuk gw yaitu Performance dalam software development bukanlah the First.

Mungkin juga beberapa beginner seperti gw juga bingung kenapa hal ini terjadi.

Pada suatu siang, gw bercakap-cakap dengan salah seorang web developher yang mengatakan:

Buat Gw, gw ga begitu mentingin performance, performance bisa belakangan.

Sedangkan berbicara dengan om Daniel yang bekerja di suatu software house di Jakarta dia mengatakan

Memang bener, ditempatku aja mungkin performance ditempatin di tempat terakhir, yang penting debugging, modeling semuanya harus rapi dan bisa di trace.

Kalau mendengar pernyataan om Dan mungkin gw bisa membayangkan maksudnya. Di Software house tempat dia bekerja dia mengurusi pembuatan program DIY ERP(Do it Yourself untuk ERP bukan beli macam SAP) sehingga mungkin memang dalam pembuatan yang harus teliti dan agak sulit memang mengoptimize 100-200 line Stored procedured  agar performancenya bisa meningkat drastis.

Tetapi apa yang gw liat di lapangan mengatakan hal lain. Di Kantor gw kebetulan gw jatuh di posisi gado-gado. Maksudnya disini adalah gw masuk ke produksi juga membuat website, dan beberapa tools dan juga sekaligus maintenence.

Untuk website gw tutup mata, tidak begitu menakutkan buat gw. Tetapi yang lain karena gw jatuhnya di sebuah perusahaan media massa dalam memaintenence seubuah software gw merasakan sesuatu yang berbeda. Kalau bisa dibilang Malaikat berubah menjadi setan neraka tingkat 7 pun bisa terjadi.

Performance menjadi kunci utama disini, bukan debug, bukanlah modeling, bukan kerapian koding lagi yang diminta disini. Performance decrase sedikit saja kata-kata kotor bisa keluar semuanya(even beda 10 detik-20 detik). Itulah redaksi kalau lagi deadline.

Dari sini gw melihat sesuatu yang sangat bertolak belakang. Di satu sisi developer, Software Engineering berkeras kepala dengan modelingnya, Debugingnya. Sedangkan di sisi lain adalah si User berteriak-teriak karena lelet dan lainnya.

Mari kita bandingkan dengan dunia Gaming(Loh koq sampai dunia gaming? :) ). Sekitar 2-3 tahun lalu sebuah Game PC kalau mau bagus Rakus performance. Kenapa dibilang rakus? VGA harus manteb, CPU harus manteb. Hal ini membuat gw harus mempunya PC dengan spesifikasi WOW dan budget yang ga main-main. Tetapi menjelang tahun 2009, hal ini sudah sangat jauh berkebalikan. Sekarang Gaming sebut saja waktu itu gw melihat sebuah game Call of Juarezz Bound in Blood, sebuah game yang bahkan dengan tampilan jaman pertengahan di Amerika dan gambarnya lebih baik ketimbang Crysis tetapi jauh sekali lebih ringan. Atau Game lain dulu jaman Need for Speed butuh sesuatu yang WAW juga untuk memainkan full efect. Tetapi di tahun 2008-2009 muncula dari Codemaster GRID. Dimana game ini malah jauh lebih ringan tetapi tetap lebih WOW dibandingkan yang lebih berat.

Nah kaitannya dimana? Yang gw lihat sekarang Software Engineering  di sebuah software house atau di sebuah coorporate yang pastinya mereka membuat sebuah framework sendiri adalah setelah jadi frameworknya kemudian berhenti sampai disitu. Tidak adanya tindak lanjut untuk menyempurnakan dan terus mengoptimisasi dari framework tsb. Bahkan parahnya lagi ada yang tidak sama sekali mengembangkannya lagi dan menggunakan out of date technology(Yang gw denger dari salah satu perusahaan software house yang menggunakan PHP3 sampai saat ini dan memaksa PHP3 ini menjadi object Oriented dengan membuat berbagai macam cara agar bisa menggunakan Object Oriented jadi-jadian. Padahal saat PHP3, PHP belum mensupport OOP).

Kebutuhan Development yang tetap menempel di dalam framework dan terus menerus tereksekusi walau sudah dalam tahap stable release yang mungkin menyebabkan drop performance. Gw menulis ini sebagai developer yang masih pemula, yang tidak banyak tahu. Gw harap gw bisa tahu dan mengerti. Bukan mengerti dengan ikut serta nge-dropin performance, melainkan mengoptimize seperti layanya game-game yang gw contohkan di atas.

With Good performance without loosing it’s Development Needs…

Popularity: 1% [?]

Tagged with:
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>