3 Hi-End Quadcore Processor in Test(790FX+Phenom II, P55+i5 750, X58+i7 920)
Biasa gw nulis dulu di forum BNCC.net baru gw pindah kesini(soalnya kalau disini dulu, gw males nge-convert ke BBCode-nya)
, Pas tak Pikir2 ada perasaan sesuatu ketinggalan, padahal udah gw tulis Bulan February, jadi inilah artikel yang gw tulis sekitar 2 bulan lalu
. Enjoy Prend
Gw bukan fanboy pihak manapun both Intel-AMD skrg gw punya semua dan gw puas pakai kedua belah pihak. Angka-Angka yang tertulis di bawah dalam benchmark gw dapatkan dari testing langsung tanpa modifikasi apapun, gw orang noob ga ngerti cara nge-tweak, nge-cheat di program benchmark syntetik. Apabila ada data yang berbeda dengan yang pembaca miliki, semata-mata kemungkinan ada trouble dengan hardware saya. Terimakasih.
Hello All….
Seneng sekali akhirnya semua test gw selesai juga akhirnya(Gw susun nie review nyaris 1 bulan satu demi satu gw test per minggunya). Kali ini gw mencoba sharing sesuatu yang sering ditanya orang pada gw. Pertanyaan yang sebelumnya juga muncul dalam benak gw semenjak gw memutuskan ke membeli 1 set i7 system di tahun lalu. Sampai kemarin kemarin gw juga masih bertanya-tanya. Kenapa user AMD selalu bilang beli intel buang-buang duit… mending beli AMD murah blablabla… Indeed mungkin yang bilang itu fanboys… gw juga ga tau.
Singkat kata setelah beberapa lama dengan i7, gw akhirnya berpindah ke AMD Phenom II X4 yang sama-sama Quadcore. Dan ga berapa lama juga akhirnya platform code name Lynfield juga kembali ke gw. So… gw memutuskan untuk memcahkan pertanyaan di dalam otak gw secara khususnya dan pastinya di benak teman-teman sekalian pada umumnya.
Sebelum beranjak lebih dalam, mari kita lihat kebelakang sejenak… Oh iya pastikan siapkan cemilan karena kali ini mungkin akan extra panjang lebar karena ada 3 bagian dan 1 bagian review khusus untuk AMD Platform.
Mari kita lihat perkembangan teknologi Quadcore dari tahun 2007, pertama kali Intel mengeluarkan Intel Core2Quad dengan kode Q6600 dengan harga sekitar US$500…. WAUUUW harga yang cukup mahal… kemudian AMD mengeluarkan platform SPider yang cukup terkenal kegagalannya karena ditemukannya TLB Bug pada Phenom X4 generasi pertama. Tetapi tidak berenti sampai situ. Phenom generasi baru dikeluarkan dan perlu dengan catatan bahwa Phenom X4 pada masanya adalah Quadcore yang benar-benar sejati dibandingkan dengan Intel yang istilahnya menempelkan dualcore dalam satu buah die.
Menjelang akhir 2008 Akhirnya babak baru dimulai… Setelah Quadcore generasi sebelumnya akhirnya pangkas-pangkasan harga sampai ke di atas US$ 100 dan untuk konsumer sekitar 2 jutaan, munculah generasi berikutnya yaitu pertarungan Platform Dragon(AMD) dan juga platform Nehalem(dari kubu Intel).
Tidak tanggung-tanggung sampai akhir tahun 2009 lalu, kedua kubu terus berinovasi. Intel memunculkan i5 sebagai adik baru dari core i7 ditempatkan pada segmen mainstream untuk mengusik keberadaan AMD Phenom IIX4 yang sedang enak-enaknya bertengger pada tangga mainstream.
Untuk bertahan dari gencetan Intel munculah varian baru, Quadcore termurah yang pernah ada. Athlon II X4 series. Yeah buat yang benar-benar punya budget terbatas, Prosessor Quadcore sejati ini diberondol dengan harga yang WAH banged ga lebih dari US$ 99…
Hingga tahun 2010 ini pertempuran terus berlangsung Intel mengeluarkan segment lowend yang menjadi pewaris tahta Core2Duo yaitu core i3 yang merupakan dualcore dengan teknologi HT. Di beberapa saat kedepan di sekitar Q2-Q3 tahun ini sebuah babak baru akan segera dimulai, AMD dengan THUBAN dan juga Intel dengan GULFTOWN keduanya memiliki 6 core fisik.
Ok lupakan sejenak masa depan. Permasalahan komputer tidak usah melihat ke masa depan… lihatlah yang ada sekarang. Kebetulan gw sudah mencicipi 3 buah prosessor yang bisa dibilang HIGH-END dari kedua kubu, yaitu AMD Phenom II X4, Intel Core i5, dan juga Core i7.
Intel Core i7 920

- Intel Core i7 920
Kayaknya gw kaga akan banyak bicara tentang yang satu ini. Siapa yang ga kenal dengan prosessor kasta teratas dan merupakan keluarga prosessor tercepat tahun 2008-2009(tahun 2010 akan tergeser dengan core i9). Rilis pertama kali di tahun 2008 cukup mengejutkan dengan harganya yang bukan untuk konsumer Indonesia. Ditambah uga dengan kasus DDR3 yang memang masih ga bisa dijangkau oleh kantong mahasiswa pada saat itu.
Core i7 sendiri ga lain adalah penerus angkatan tua Core2 series. Perbedaan Core2 series dengan i7 dan arsitektur Nehalem lainnya adalah menyatunya Memory Controller ke dalam Prosessor. Ini sebenarnya bukanlah hal baru karena AMD semenjak Athlon X2 sudah melakukannya. Kali ini Intel menyadari limit dari FSB design dan beralih ke model Integrated Memory Controller(IMC).
Gambar di atas merupakan system FSB dimana Memory Controller masih terletak di dalam North Bridge. Sehingga mau ga mau Prosessor dalam mengakses memory harus melewati North Bridge terlebih dahulu. DEngan bandwidth sekitar 10gbps. dan masih harus mengakses memory. Pastinya dengan meningkatnya kecepatan hal ini menimbulkan efek leher botol atau bottleneck. Sehingga akhirnya direfisilah arsitektur dengan memasukan controller memory ke dalam Die prosessor sehingga hubungan prosessor dengan RAM terpisah dengan ke komponen lain(ex: PCIe grafis, IO dll).
Dengan demikian pengaksesan RAM bisa langsung dari prosessor tanpa harus melewati Nortbridge, sehingga secara teori bandwidth antara prosessor dengan komponen lainnya bisa sangat besar. Untuk mengimbangi kecepatan bandwidth yang besar i7 mewajibkan menggunakan DDR3.
i7 sendiri ada 2 varian. Varian pertama yang keluar adalah varian dengan codename Bloomfield yang mempunyai Code Core i7 9×0 di socket LGA 1366. Pada tahun 2009, muncul varian lain i7 yaitu Lynfield yang menggunakan socket LGA 1156(dengan Code i7 8×0).
Perbedaan mendasar dari kedua varian tersebut adalah selain dari socket yang digunakan adalah pada varian baru i7 8x
lynfield) tidak hanya IMC yang dimasukan, melainkan juga controller PCIe ikut dimasukan ke dalam die prosessor.
Selain itu Apabila i7 di X58 menggunakan triple channel, di P55 menggunakan dual channel memory DDR3 saja. Perbedaan lainnya adalah i7 di P55 memiliki TDP lebih rendah dari core i7 pada platform LGA 1366.
-

- Atas LGA 1366 || Bawah LGA 1156
Untuk Review lengkapnya bisa dilihat di thread:
“[Personal Test]Intel Core i7 920 Personal Test“
Intel core i5 750
Pada November 2009 Intel meluncurkan platform prosessor baru yaitu Core i5 yang bertugas untuk mengisi ruang di bawah core i7 persis.
Secara teknis seperti yang gw sebelumnya jelaskan di atas. Si Core i5 a’ka Lynfield ini merupakan penyempurnaan sekaligus kelinci percobaan intel di kelas consumer dimana dia memasukan controller PCIe ke dalam die prosessor.
Lynfield i5 ini sendiri adalah Quadcore sejati yang tidak memiliki teknologi Hyper Threading seperti kakaknya i7 series. Salah satu jenis i5 adalah Core i5 750 Quadcore prosessor dengan kecepatan 2,6 Ghz.
Core i5 750 ini menggunakan socket LGA 1156 dengan chipset P55. i5 750 ini bisa didapatkan dengan harga lebih murah dari kakaknya yaitu sekitar 2 jutaan. Karena controller PCIe sudah include di dalam die prosessor, maka tugas chipset berkurang banyak, maka jangan kaget apabila pada motherboard P55 hanya menggunakan 1 chipset. Karena Chipset disini hanya mengurusi I/O kebanyakan.
Untuk sedikit showcase Motherboard P55, silahkan ke thread:
[Little Peek]Gigabyte GA-P55-UD6(LGA 1156 Socket MotherBoard)
AMD Phenom II X4 965 Black Edition
- AMD Phenom II X4 965BE
AMD Phenom II adalah varian 45nm(sama dengan i7 920 dan juga i5 750) multicore prosessor dari kubu AMD. Varian ini ga lain adalah penyempurnaan dari Phenom generasi pertama dengan penambahan 3 kali lipat pada L3 chacenya menjadi 6MB.
Dirilis pada February 2009 untuk socket AM3. Kelebihan AMD semenjak dulu adalah back compatibility yang bisa dimain-mainkan tidak seperti Intel yang memaksa consumernya mengganti motherboard mereka.
Phenom II Prosessor memiliki IMC yang mensupport DDR3 dual channel. Pada awalnya Phenom II ini dirancang untuk socket baru yaitu AM3 yang memberi DDR3 support. tetapi Prosessor Phenom II ini bisa juga dimasukan ke dalam socket AM2+ untuk mendapatkan dukungan DDR2. tetapi dengan catatan AM2+ prosessor tidak dapat dipasang di scoket AM3 yeee …
Variant Phenom II cukup banyak baik yang X4, X3 ataupun X2. Yang sebenarnya mereka semuanya adalah sama basisnya adalah Quadcore hanya corenya di disable saja(untuk yang kurang dari Quadcore) dikarenakan defect, cacat atau juga tidak memnuhi standart TDP dan Voltage.
Cukup berbahagia AMD mengijinkan customernya untuk mengunlock core-core yang di disable dengan resiko sendiri. Istilahnya kalau beruntung ya Anda mendapat BONUS core kalau apes ya…. ya begitulah Anda tak mendapat apa-apa selain yang tertera pada box Anda.
Chipset yang digunakan oleh AMD Phenom II adalah Chipset seri 7xx series. Untuk mendapatkan dukungan onboard grapich gunakan 780G(ATI HD 3200) atau 785G(ATI HD 4200) untuk enthusiast IGP dpaat menggunakan 790GX (ATI HD 3300) dan untuk enthusiast tanpa IGP menggunakan 790FX.
Seperti biasa AMD memberikan pilihan BE(Black Edition) dengan unlocked multiplier untuk lebih membebaskan user mengoverclock Prosessornya.
Range Harga AMD Phenom II adalah US$ 90 – US$195
Untuk pembahasan Phenom II X4 dan 790FX bisa dilihat di [Quick Test]AMD Phenom II x4 965BE & MSI 790FX-GD70
Performance Test
Dalam test ini gw ga melibatkan benchmark semacam 3Dmark dan PCMark… gw mencobanya dalam Gaming(toh 90% orang akan beli prosessor macam ini tujuannya untuk bermain game), Cinebench(ini mewakili untuk mengetest Power CPU sendiri, mewakili yang suka render 3D), Temperatur, dan konsumsi power.
Ini dia Spesifikasi masing-masing platform:
Intel Core i7
| Motherboard | : | Biostar TPower X58 |
| Prosessor | : | Intel Core i7 920 |
Intel Core i5
| Motherboard | : | Gigabyte GA-P55-UD6 |
| Prosessor | : | Intel Core i5 750 |
AMD Phenom II X4
| Motherboard | : | MSI 790FX-GD70 |
| Prosessor | : | AMD Phenom II X4 965 Black Edition |
Other Hardware:
Power Supply Unit
![]()
Corsair HX 850
HDD
2 x WDC WD1001FALS (salah satu jadi Master dengan Partisi 100GB)
1 x WDC WD3200AAJS
1 x WDC WD6400AAKS
Optical Drive
Pioneer BDC-S20BK(BD-ROM DVD&CD Writer)
Memory
Muscle Power DDR3 PC 16000 CL9
Cooler
![]()
COGAGE Arrow + Noctua NF-P14FLX
![]()
Thermalright Chillfactor2
Software Used:
- CPUz 1.52.1(64 bit)
- Core Temp 0.99.5
- APC Power Chute Personal
- Intel burn test/Lynpack
- Furmark
- Cinebench
Games
- Crysis Warhead(Valance & Frosh Flythrough)
- Dirt 2
- Resident Evil 5
Result
Crysis Warhead
Crysis warhead mungkin sebuah game yang cukup tua, tetapi masih menjadi salah satu game tolak ukur kemampuan dari sebuah mesin gaming. Bukan karena hal lain Crysis cukup menyiksa mesin PC. gw masih ingat di tahun 2007-2008 saat itu hanya ada seri 8xxx dari Nvidia dan seri 3xxx dari ATI dan prosessor Seri Exxx series dan Qxxx series yang tidak dapat memainkan Crysis sampai ke level teritinggi detailnya. Tetapi selang 2 tahun, teknologi PC kian jauh dari sebelumnya. Kini Crysis cukup dapat dinikmati.
IMO melihat grafik, Crysis Cukup GPU bound… kita bisa lihat di kedua grafik tsb dengan menggunakan i7920 atau i5 perbedaan rata-rata FPS tidak signifikan.
DIRT 2
DIRT2 merupakan game terbaru yang menggunakan API terbaru Microsoft DX11. tetapi karena cardnya ga mendukung ya biasa aja deh, toh tampilannya sendiri juga sudah cukup memukau.
Bak to the past, gw masih ingat saat orang-orang ramai membicarakan DIRT pertama dapat menggunakan multicore secara baik waktu jamannya mendebatkan kekuatan Quadcore dan Dualcore beberapa tahun silam. Kini apakah DIRT2 juga demikian, mari kita simak
Oh yes…. ternyata itu masih terjadi sekarang, luar biasa i7 920 berhasil melibas semua lawan-lawannya dengan mulus… Perbedaan nyaris 10FPS rata-rata dan nyaris 20FPS di Maksimum FPS membuat i7 yang memiliki HT secara virtual memiliki 8 core prosessor sangat membantu di game yang membutuhkan kekuatan prosessor multicore.
Resident Evil 5
Game baru keluaran dari CAPCOM beberapa waktu lalu. Satu pengembang game Jepang ini mulai rajin masuk ke dunia game PC setelah pertama kali amsuk dengan DMC4. Mari kita lihat hasilnya…
UGH… kembali GPU Bounding… i7 dengan HT tidak banyak membantu disini ….
Cinebench 10
Cinebench merupakan sebuah simulasi dengan membenchmark system untuk merendder baik itu animasi atau gambar tak bergerak dari model 3D. Mungkin ini yang bisa dibuat menjadi acuan yang demen ngerender 3D Model.
Cinebench dibagi menjadi 3 sub test. Pertama adalah OpenGL standart. Dimana test ini menggunakan GPU dengan bantuan prosessor. Ok kita lewatkan yang ini.
Yang kedua adalah Single Core Rendering. Disini Prosessor ditest power secara single core. Disini mungkin kita bisa melihat power asli masing-masing prosessor tanpa adanya campur tangan core-core lainnya. Kita bisa melihat i7 920 memiliki score paling tinggi, diikuti i5 750 dan terakhir Phenom IIX4.
Nah yang terakhir ini adalah Multicore Rendering. ini bener-bener showdown power dari masing-masing prosessor. Karena semua core digunakan untuk merender gambar. Ga usah dibilang i7 yang secara logical punya 8 core sudah pasti jauh sekali meninggalkan lawan-lawannya. Lagi-lagi disini Phenom II X4 tertinggal paling belakang.
Indeed untuk para renderer, gw punya pengalaman yang menarik dengan i7. Temen gw dulu ga percaya dengan kecepatan i7 dalam merender, sampai dia titip render untuk movie projectnya. Dia selesai dalam waktu 2 hari dengan prosessor Q9550 sedangkan yang dititipkan ke gw bagian terberat karena memiliki render bagian air, dan mampu diselesaikan dalam waktu 1 hari. Ga main-main dia langsung jatuh cinta dengan i7 920…
Temperature
Hari gini mitos tentang AMD panas masih saja terdengar di telinga gw. Agak sebel dengernya hahaha… tapi semoga dengan test ini bisa membuka mata hati orang-orang tersebut yang keras kepala ga mau pake AMD karena “panas” hehehe
Test ini menggunakan Intel Burn test dan di monitor suhunya dan gw catat maksimum suhu dan juga minimumnya… dan hasilnya
Pemenang panas tertinggi adalah … i5 750… aneh yang pake HT malah ga sepanas itu… Mungkin karena ada sumbangan panas dari Controller PCIe kali yak… dan AMD paling adem ayem… perbedaan suhu maksimum sekitar 20 drajat cukup signifikan ….
Jadi pastikan yang menggunakan i5 belilah heatsink yang memadai yah… karena walau kecil… panas cuy hehe..
Konsumsi Power
Konsumsi power cukup dibutuhkan sekarang karena lagi ramai-ramainya membahas tentang Green. Well karena gw ga punya alat khuss macm overclocker pro yang punya alat khusus sendiri buat ngetest. Gw menggunakan softawre Power CHUTE APC yang terhubung langsung dengan UPS APC gw(secara hardware dan readnya dari software, kalo USB dari UPS ga dicolok, ga akan keluar angkanya). Sekali lagi …
Dari Intel, semua alat hemat daya(dari prosessor saja tidak dari produsen board) dinyalakan seperti Speed step dan EIST, dari AMD menggunakan Cool and Quiet. Metodenya menggunakan Intel Burn Test dengan bantuan furmark juga untuk VGA.
Again… Intel memenangkan pertarungan Green area. Perbedaan 20 – 30 Watt cukup lumayan gw kira.
Kesimpulan
Setelah 2 tahun desain demi desain Quadcore kian matang, bahkan produsen semacam INtel membangunkan kembali teknologi-nya yang sempat menghilang di angkatan Core2 series. Sekarang mari kita lihat dari sisi Harga saja mungkin lebih fair dan nanti kita bandingkan dengan hasil di atas.
Untuk membangun masing-masing platform di atas:
Intel X58 System:
| Biostar TPower X58 | US$240 |
| Intel Core i7 920 | US$ 329 |
| Total | US$ 569 |
Intel P55 System
| Gigabyte GA-P55-UD6 | US$ 321 |
| Intel Core i5 750 | US$ 213 |
| Total | US$ 534 |
NB: Karena gw pake mobo Hi-end. untuk Lowend-nya setara sekitar US$ 240 sehingga kalau bersama Prosessor mungkin sekitar US$ 453
AMD Phenom II X4 based
| MSI 790FX-GD70 | US$ 193 |
| AMD Phenom II X4 965 BE | US$ 200 |
| Total | US$ 393 |
Ok kalau disimpulkan begini mungkin:
| Intel Core i7 + X58 | >US$ 550 |
| Intel Core i5 + X58 | >US$ 400 dan < US$ 550 |
| AMD Phenom II X4 Based | <US$ 400 |
Yup kalau itu dilihat dari segi harga. Dan tentunya harga di atas belum semua. Kita masih harus menghitung-hitung pengeluaran untuk RAM, VGA dan Power Supply. Perlu diingatkan juga Thermal Solution yang baik untuk Intel. Untuk masalah harga gw bilang ga lain dan bukan adalah AMD keluar sebagai juaranya.
Dengan budget kurang dari US$ 400 kita bisa mendapatkan sebuah prosessor Quadcore ynag bisa di Overclock sesuka kita(Black Edition), dan juga jauh lebih dingin ketimbang platform Intel.
Untuk P55 dan i5 merupakan pilihan bijaksana untuk kelas menengah, walau secara jumlah core logical sama dengan AMD Phenom II X4 tetapi secara RAW power memiliki kekuatan yang lebih baik. Dan Pastinya kita tidak perlu berinvestasi duit lebih untuk membeli 3 keping RAM DDR3(IMO sampai saat ini gw ga pernah lihat RAM usage gw dalam kondisi 4 GB terpakai penuh kecuali dalam Rendering 3D dan Sengaja membuat Virtual PC dengan RAM besar). Pilihan yang baik antara RAW power dan juga untuk gaming.
Untuk X58 gw bilang dia adalah Trully Monster untuk tahun 2009, Masih belum bisa dikalahkan kekuatan multicore 4 core fisik dan 8 core logical memang membuat banyak aplikasi dapat berjalan secara bersamaan. Walau gw bilang Phenom II X4 cukup untuk keseharian gw, memang gw merasa something lost dari Phenom II kalau dibandingkan dengan saat gw pakai i7 920. Tidak lain adalah spontanitas. Walau tidak begitu mempengaruhi, gw merasa AMD Phenom lebih lambat dalam mereaksi sebuah panggilan program ketimbang i7 920. Bahkan di i5 gw juga merasakannya. Wajar gw pikir… harga berbicara disini.
Sehingga kalau disimpulkan semua mungkin begini:
AMD => best Value
P55 => Price & Performa
X58 => Best Performa
Sekarang silahkan renungkan sendiri. Apa sebenarnya kebutuhan masing-masing. Apakah bermain game 3D? Apakah hanya sebatas multimedia? Apakah suka multitasking beberapa program berat(Adobe Photoshop, Render)? Ataukah Anda Render Mania?
Kalau Anda berbudget terbatas… feel free to go to AMD PHenom II Platform… Not bad … cukup untuk bermain game, seharian, office, dll. Untuk yang biasa bekerja keras dan budget terbatas, P55 dan i5 mungkin bsia jadi pilihan. Dan apabila Anda merupakan pemain desain 3D yang dikejar-kejar waktu dan rela melakukan apa saja selama render bisa menjadi lebih cepat, gw warranty X58 dan i7 series adalah teman terbaik Anda sekarang…
So sekian review gw kali ini… Semoga berguna…
Popularity: 1% [?]
2 Responses to 3 Hi-End Quadcore Processor in Test(790FX+Phenom II, P55+i5 750, X58+i7 920)
Leave a Reply Cancel reply
This Blog
My name is Rizky Gunawan, graduated(Waw, t can't believe myself can graduated from that collage :P ) from Computer Science Major. My Hobby is Coding, collecting some Anime's goods and also my specialty is web development using PHP. Currently I'm working on press company in Indonesia as Internal Software Developer.
Tags
ajax AMD AMD HSF Anime Anime Music Ar tonelico ATI Clannad Crysis GeForce Gigabyte Good Smile Company Hatsune Miku Intel Intel HSF javascript Kosaka Kirino Linux Microsoft Motherboard Music Video mySQl Nendoroid Nvidia ONKYO OreImo Overclocking P55 PC Games php Project Skripsi Soundcard Thermalright thermalright Ultra 120 Extreme Touhou Ubuntu VGA Card Vocaloid Warhead Web Design web project Windows Windows 7 Wordpress ThemeReent Comment
- リズキ on Making PDF Thumbnail From PHP Using Imagemagick and Ghostscript
- and on Making PDF Thumbnail From PHP Using Imagemagick and Ghostscript
- リズキ on Making PDF Thumbnail From PHP Using Imagemagick and Ghostscript
- and on Making PDF Thumbnail From PHP Using Imagemagick and Ghostscript
- Hnedry Heryana on [Tutorial] Web Services using XMLRPC with PHP
Archives













gue di rumah lagi ngarakit compie yang bahan2nya:
1.motherboard M2N68-AM PLUS (chipset nvidia nforce 7205)
2.ram ddr 2 dual chanel 1066 with heatspreader
3.psu silverstone 500 watt
4.vga nvidia gforce 9500gt 512mb ddr2
5.hdd seagate 1tb
6.casing atx
7.blueray rw lg
nah yang q bingung milih procienya? q sebenernya dah mau ngambil AMD Phenom II X4 955 Black Edition tapi itu kan soket am3 sedanglan mobo q soketnya am2+,,,,,,,,ADA YANG NYARANIN suruh pake athalon x2 yang soket am2+….
kira2 bisa ga phenom yang soket am3 di pasang di mobo Q?…kalo bisa ada efeknya ga..
sekian dan terimakasih buat agan…….
Kalau menurut situsnya secara spek sih bisa, cuma mungkin kalau BIOS-nya yang di Board situ lebih lama, bisa diupdate dulu BIOS-nya.
alamat Product Pagenya: http://www.asus.com/product.aspx?P_ID=N9gfnjYUinlROPLf