
Seminggu sudah rasanya kesibukan semakin membara di kehiduapn gw, makin sedikit waktu untuk sekedar menuliskan sesuatu di Blog, ini.
Kurang lebih setelah project di kantor selesai tahap produksinya, gw kepikiran untuk menanamkan aplikasi gw di system yang pure tanpa menggunakan LAMP program untuk server PHP-nya. Tetapi pengalaman gw menginstal PHP tanpa menggunakan LAMP program itu hanya terjadi waktu gw masih semester 2 waktu kuliah. Waktu itu kalau ga salah masih menggunakan PHP3 
Beberapa kali gw mencoba menginstallnya ada saja yang ga jalan. Mulai dari Apachenya ga mau baca PHP, sampai extensi tidak terbaca oleh si PHP. Kalau ada yang membaca tutorial gw tentang cara menginstall PHP dan mempersiapkan lingkungan kerjanya di Linux beberapa waktu lalu, gw bisa bilang menginstall PHP di Linux itu jauh lebih mudah daripada menginstallnya di Windows(paling tidak di Linux kita sudah tinggal kipas2 dan biarkan si system yang mengupdate konfigurasinya), Bisa dibilang semudah menggunakan LAMP(kebalikannya, gw ga berhasil menginstall XAMPP di LINUX… really pain in the ass
just think that I’am stupid enough
).
Setelah satu hari an ini berkutat, akhirnya gw menemukan caranya, memang kalau ada niat pasti bisa. Nah gw mau mencoba menjabarkan cara-caranya disini. Siapa tahu ada yang membutuhkannya.
Read more »
Popularity: unranked [?]

Setelah beberapa kali mencari untuk bug fix-nya, akhirnya menemukan juga caranya. Mungkin gw agak gaptek disini karena gw tidak mencoba versi beta-nya sebelumnya, sehingga gw tidak tahu kalau bug ini sudah ada semenjak masa percobaannya.
untuk simpelnya, tetap aggak annoying untuk memperbaiki bug ini. Karena minimal harus mempunyai satu keyboard lain yang membantu melakukan login di depan(tentunya karena si Logitech diNovo edge ini tidak dapat berfungsi sama sekali), kedua mengetikan bug fix-nya. Beruntunglah gw punya keyboard cadangan yang dipakai oleh server develophment gw di kost.
Read more »
Popularity: 1% [?]

Walau dijadwalkan kemarin rilis, seri LTS(long term Support) baru hari ini gw lihat sudah siap di donwload. Ada yang mengatakan rilis kemarin malam juga, tetapi gw tidak melihatnya semalam. Akhirnya dengan memanfaatkan internet kencang di kantor, gw mencoba mendownloadnya dari situs ubuntu. Sayang terlampau aneh, ternyata menggunakan ftp protokolnya, dan entah kenapa lelet sekali di kanotr. Akhirnya kebetulan gw menemukannya di kambing juga, walau tidak sampai full speed seperti biasanya(biasa di kantor full Speed bisa 100mbps, atau sekitar 10MB/s), tetapi cukup lumayan lah mendapat speed 200KB/s.
Read more »
Popularity: 1% [?]
Memilih Opensource mungkin buat orang biasa cukup memusingkan. Bahkan beberapa mungkin mengatakan kalau opensource itu neraka yang mengerikan karena terlalu banyak dan terlalu liar karena tidak tertata rapi seperti halnya program komersil yang memang sudah ada guidelinesnya.
Hal ini membuat pemilihan program Opensource menjadi sangat sulit karena pertama-tama pastinya kita selalu menemukan tulisan yang cukup mengigit terutama untuk perusahaan atau badan usaha bukan perorangan:
Read more »
Popularity: 1% [?]